“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (TQS. al-Nisaa’ [4]: 58)
Kekuasaan acapkali diidentikan dengan kemudahan memperoleh fasilitas, popularitas, harta, bahkan wanita. Akibatnya, banyak orang mengidamkannya. Persaingan dan perebutan untuk meraih posisi itu pun menjadi tak terelakkan. Tak sedikit yang menghalalkan segala cara, taktik, dan strategi untuk meraih kekuasaan. Karena berangkat dari persepsi demikian, tak aneh jika ketika kekuasaan berhasil digenggam, kepentingan dirinya menjadi prioritas utama untuk dipenuhi. Sementara kepentingan rakyat tak hanya terabaikan, tetapi seringkali harus dikorbankan manakala bertabrakan dengan kepentingan penguasa. Baca entri selengkapnya »












