Majelis Ta'lim Al-marjan FPIK IPB

(Al Marjan Islamic Studies Community)

Arsip untuk Juli 27th, 2008

Nasib Anak-anak dalam Konflik Bersenjata

Ditulis oleh Andi Perdana G di/pada 27 Juli 2008

Ahad, 27 Juli 2008

Sejak Israel diklaim berdiri tahun 1948, pasukan Zionis telah meluluhlantakkan sejumlah desa di Palestina dan negara Arab tetangganya dengan berbagai tragedi pembunuhan. Yang terbaru dilakukan Israel adalah pembantaian anak-anak di Libanon dan Ghaza.

Jumlah yang gugur di kota Ghaza, sejak Israel melancarkan operasi “Hujan di Musim Panas” pasca penculikan seorang prajurit Israel bernama Ghilad Shalit (15 Juni), mencapai angka 201 orang dan 825 orang terluka. Menurut kementerian kesehatan Palestina, dari 201 korban tewas, sebanyak 56 orang adalah anak-anak di bawah umur dan 25 wanita.

Menurut data resmi kementerian kesehatan, sebanyak 33 orang gugur tertembak peluru, 77 orang gugur karena ledakan bom rudal Israel dan 88 orang lainnya meninggal karena efek ledakan bom yang mengenai gedung-gedung. “Sebanyak 70 orang datang ke rumah sakit dalam kondisi terputus sebagian tubuhnya. Sementara 5 orang warga sipil akhirnya meninggal di perbatasan Rafah karena wilayah tersebut ditutup oleh Israel selama beberapa hari,” demikian isi pernyataan kantor kementerian kesehatan Palestina. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Nisa | Leave a Comment »

Menggugat Definisi Anak

Ditulis oleh Andi Perdana G di/pada 27 Juli 2008

Tanggal 23 Juli lalu diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Peringatan itu sangat kontras dengan kondisi anak-anak dewasa ini. Potret buram dunia anak masih terpajang jelas di dinding-dinding dunia, termasuk di Indonesia. Betapa tidak, data-data yang menguak kondisi nestapa anak-anak cukup membuat miris.

Saat ini terdapat lebih 3 juta anak yang memiliki pekerjaan berbahaya. Diperkirakan terdapat 100.000 perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan setiap tahunnya, kebanyakan sebagai pekerja seks komersial di Indonesia dan luar negeri.

Sekitar 4.000-5.000 anak berada di lembaga pemasyarakatan, lembaga rehabilitasi dan penjara. Sebanyak 84 persen dari anak-anak yang dihukum ini, ditahan bersama para penjahat dewasa.

Dari aspek pendidikan, 1,8 juta anak SD berusia 7-12 tahun, dan 4,8 juta anak usia 13-15 tahun tidak bersekolah. Sebanyak 26 juta anak usia SD putus sekolah. Jumlah anak usia di atas 10 tahun yang tergolong buta huruf saat ini masih berjumlah 16 juta anak.

Bahkan berdasarkan laporan organisasi kesehatan sedunia WHO, konon ada 10 juta anak-anak per tahun di seluruh dunia meninggal dunia sebelum mencapai usia lima tahun.

Kondisi itu mendorong lahirnya Konvensi Hak Anak Dewan Umum PBB tanggal 20 November 1989. Aktor di belakang konvensi ini tentu saja para pengemban sekularisme-liberal yang mengklaim sebagai pejuang hak anak. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Nisa | Leave a Comment »

Ke Israel Obama Dukung Yahudi dan Kecam Iran

Ditulis oleh Andi Perdana G di/pada 27 Juli 2008

Dalam kunjungannya ke Israel terbaru, calon presiden AS Barack Obama berjanji akan tetap mendukung Israel. Ia juga mengatakan, Iran sebagai ancaman

Hidayatullah.com–Calon presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama berjanji dengan teguh akan mendukung Israel dalam kunjungannya ke Yerusalem hari Rabu (23/7) kemarin, sebelum bertemu dengan para pemimpin Palestina di Tepi Barat Sungai Jordan.

Dalam lawatan ke kota Sderot di Israel selatan, Obama memperingatkan bahwa Iran yang bersenjata nuklir akan menjadi ancaman besar bagi keamanan dunia.

Senator Illionis itu menjanjikan komitmennya bagi keamanan Israel dan bagi pembicaraan perdamaian Timur Tengah selama melakukan lawatan dua hari di kawasan tersebut. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »

Mesir Jual Gas Alam Ke Israel

Ditulis oleh Andi Perdana G di/pada 27 Juli 2008

Image

Penjualan gas melalui pipa bawah tanah dari Mesir ke Israel terus menjadi polemik dalam masyarakat Mesir serta mendapat penentangan keras dari berbagai kelompok Islam dan pergerakan oposisi di Mesir. Bahkan muncul gerakan massa untuk mengadakan pengadilan rakyat guna mengadili para pejabat yang diduga terlibat.

Muhammad Anwar Ismet Sadat, Koordinator Gerakan Massa Anti Penjualan Gas ke Israel pada Rabu (23/7) di Kairo mengatakan, pihaknya akan mengadakan peradilan rakyat pada awal Agustus 2008 untuk mengusut tuntas kasus penjualan gas alam Mesir ke Israel sejak tahun 2005.

“Menteri Perminyakan Mesir Ir. Sameh Fahmi harus bertanggung jawab terhadap kasus ini dan memberikan klarifikasi yang lebih detail seputar persoalan ini, ” kata Anwar Sadat. Menurutnya, pemerintah tidak transparan terkait dengan penjualan gas ke Israel. Selain pengadilan rakyat, aliansianya juga menggalang dukungan 2 juta tanda tangan untuk mendesak pemerintah membatalkan kontrak tersebut.

Menurut Muhammad Anwar Sadat, penjualan gas alam tersebut sebenarnya sangat disesalkan, karena sampai sekarang jumlah cadangan gas alam Mesir masih diperdebatkan, apalagi kontrak karya tersebut berlaku untuk jangka panjang hingga 15 tahun.

Melukai Perasan Umat Islam

Kecaman senada juga disampaikan oleh Sekjen Poros Ikhwanul Muslimin di Parlemen Mesir, Dr. Mohammad Beltaghi, dalam sidang Parlemen Mesir pada bulan lalu, dia menuduh pemerintah Mesir tidak transparan dalam soal penjualan gas alam ke Israel. Menurutnya, secara diam-diam kementerian perminyakan Mesir telah menerima bayaran 18 milyar pound Mesir dari Israel.

Mohammad Beltagi juga mengatakan, kebijakan ini  melukai perasaan umat Islam di Palestina dan Mesir, karena membantu rakyat Yahudi yang setiap hari membunuhi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Seperti diketahui, pada Juni 2005, setelah penandatangan MoU Sharm El Sheikh yang dihadiri Presiden AS, George Bush, Presiden Mesir Husni Mubarak serta PM Israel, Ariel Sharon. Mesir menandatangani MoU Penjualan Gas alam Mesir untuk Israel. Dari pihak Israel diwakili oleh Menteri Infrastruktur, Benyamin Benelizer dan dari pihak Mesir diwakili oleh Menteri Minyak Mesir, Sameh Fahmi.

Menurut berbagai sumber, dalam kontrak tersebut berkomitmen untuk mensuplai gas alam sebesar 17 juta meter kubik setiap tahun atau sekitar 25,5 milyar meter kubik selama 15 tahun. Namun hingga saat ini, Pemerintah Mesir masih menolak memberikan detail mengenai isi kontrak tersebut dengan alasan termasuk kerahasiaan negara.

Puluhan aksi demo dan unjuk rasa  telah dilancarkan oleh kelompok-kelompok oposisi, dan ormas-ormas untuk mendesak Pemerintah Mesir agar menghentikan kontrak kerjasama tersebut, namun masih belum berhasil. [www.suara-islam.com]

Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »

Dra. Zulia Ilmawati, S.Psi: Muslimah Juga Wajib Berpolitik

Ditulis oleh Andi Perdana G di/pada 27 Juli 2008

Membicarakan peran kaum Muslimah saat ini terasa sangat relevan, apalagi dalam situasi ketika mereka sedang berada dalam tarikan dua ide yang bertentangan satu sama lain. Di satu sisi terdapat gagasan agar kaum Muslimah lebih mengedepankan peran publiknya—baik dalam bidang politik, karir, maupun sosialnya—agar Muslimah tidak terkungkung hanya dalam area ‘dapur-sumur-kasur’. Di sisi lain, kaum Muslimah juga dihadapkan pada peran domestik, yakni menjadi ibu dan pengatur rumah tangga yang baik. Bagaimana Islam sesungguhnya Islam memandang peran domistik dan peran publik perempuan? Bagaimana pula Islam mengharmonikan kedua peran itu dalam tataran praktik? Untuk mengulas masalah tersebut, kami menghadirkan wawancara singkat dengan Dra. Psi. Zulia Ilmawati.

Menurut Ustadzah, bagaimana sebenarnya posisi dan peran perempuan dalam Islam?
Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sangat mulia. Peran utamanya adalah sebagai ibu (ummun) dan pengatur rumah tangga (rabbah al-bayt). Selain itu, sebagai bagian dari masyarakat, perempuan Muslimah juga harus berperan aktif dalam dakwah guna menyelesaikan berbagai problem masyarakat. Keduanya harus bisa dilaksanakan seoptimal mungkin, tanpa perlu mengorbankan satu sama lain. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Nisa | Leave a Comment »